Senin, 09 Juni 2014

Menikah Kini Atau Menikah Nanti?

Menikah Kini Atau Menikah Nanti?

  

MENIKAH itu Menyempurnakan Separuh Agama.

Di zaman ini tidak ragu lagi penuh godaan di sana-sini. Di saat wanita-wanita sudah tidak lagi memiliki rasa malu. Di saat kaum hawa banyak yang tidak lagi berpakaian sopan dan syar’i. Di saat perempuan lebih senang menampakkan betisnya daripada mengenakan jilbab yang menutupi aurat. Tentu saja pria semakin tergoda dan punya niatan jahat, apalagi yang masih membujang. Mau membentengi diri dari syahwat dengan puasa amat sulit karena ombak fitnah pun masih menjulang tinggi. Solusi yang tepat di kala mampu secara fisik dan finansial adalah dengan menikah.

Menyempurnakan Separuh Agama.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا تَزَوَّجَ العَبْدُ فَقَدْ كَمَّلَ نِصْفَ الدِّيْنِ ، فَلْيَتَّقِ اللهَ فِي النِّصْفِ البَاقِي

“Jika seseorang menikah, maka ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Karenanya, bertakwalah pada Allah pada separuh yang lainnya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman)

Lihat bahwa di antara keutamaan menikah adalah untuk menyempurnakan separuh agama dan kita tinggal menjaga diri dari separuhnya lagi. Kenapa bisa dikatakan demikian? Para ulama jelaskan bahwa yang umumnya merusak agama seseorang adalah kemaluan dan perutnya. Kemaluan yang mengantarkan pada zina, sedangkan perut bersifat serakah. Nikah berarti membentengi diri dari salah satunya, yaitu zina dengan kemaluan. Itu berarti dengan menikah separuh agama seorang pemuda telah terjaga, dan sisanya, ia tinggal menjaga lisannya.

Al Mula ‘Ali Al Qori rahimahullah dalam Mirqotul Mafatih Syarh Misykatul Mashobih berkata bahwa sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “bertakwalah pada separuh yang lainnya”, maksudnya adalah bertakwalah pada sisa dari perkara agamanya. Di sini dijadikan menikah sebagai separuhnya, ini menunjukkan dorongan yang sangat untuk menikah.

Al Ghozali rahimahullah (sebagaimana dinukil dalam kitab Mirqotul Mafatih) berkata, “Umumnya yang merusak agama seseorang ada dua hal yaitu kemaluan dan perutnya. Menikah berarti telah menjaga diri dari salah satunya. Dengan nikah berarti seseorang membentengi diri dari godaan syaithon, membentengi diri dari syahwat (yang menggejolak) dan lebih menundukkan pandangan.”

Kenapa Masih Ragu untuk Menikah?
Sebagian pemuda sudah diberikan oleh Allah keluasan rizki. Ada yang kami temui sudah memiliki usaha yang besar dengan penghasilan yang berkecukupan. Ia bisa mengais rizki dengan mengolah beberapa toko online. Ada pula yang sudah bekerja di perusahaan minyak yang penghasilannya tentu saja lebih dari cukup. Tetapi sampai saat ini mereka belum juga menuju pelaminan. Ada yang beralasan belum siap. Ada lagi yang beralasan masih terlalu muda. Ada yang katakan pula ingin pacaran dulu. Atau yang lainnya ingin sukses dulu dalam bisnis atau dalam berkarir dan dikatakan itu lebih urgent. Dan berbagai alasan lainnya yang diutarakan. Padahal dari segi finansial, mereka sudah siap dan tidak perlu ragu lagi akan kemampuan mereka. Supaya memotivasi orang-orang semacam itu, di bawah ini kami utarakan manfaat nikah yang lainnya.

(1) Menikah akan membuat seseorang lebih merasakan ketenangan.

Coba renungkan ayat berikut, Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنْ ءَايَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya.” (QS. Ar-Ruum: 21). Lihatlah ayat ini menyebutkan bahwa menikah akan lebih tentram karena adanya pendamping. Al Mawardi dalam An Nukat wal ‘Uyun berkata mengenai ayat tersebut, “Mereka akan begitu tenang ketika berada di samping pendamping mereka karena Allah memberikan pada nikah tersebut ketentraman yang tidak didapati pada yang lainnya.” Sungguh faedah yang menenangkan jiwa setiap pemuda.

(2) Jangan khawatir, Allah yang akan mencukupkan rizki.

Dari segi finansial sebenarnya sudah cukup, namun selalu timbul was-was jika ingin menikah. Was-was yang muncul, “Apa bisa rizki saya mencukupi kebutuhan anak istri?” Jika seperti itu, maka renungkanlah ayat berikut ini,

وَأَنكِحُوا اْلأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَآئِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَآءَ يُغْنِهِمُ اللهُ مِن فَضْلِهِ وَاللهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur: 32). Nikah adalah suatu ketaatan. Dan tidak mungkin Allah membiarkan hamba-Nya sengsara ketika mereka ingin berbuat kebaikan semisal menikah.

Di antara tafsiran Surat An Nur ayat 32 di atas adalah: jika kalian itu miskin maka Allah yang akan mencukupi rizki kalian. Boleh jadi Allah mencukupinya dengan memberi sifat qona’ah (selalu merasa cukup) dan boleh jadi pula Allah mengumpulkan dua rizki sekaligus (Lihat An Nukat wal ‘Uyun). Jika miskin saja, Allah akan cukupi rizkinya. Bagaimana lagi jika yang bujang sudah berkecukupan dan kaya?

Dari ayat di atas, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata,

التمسوا الغنى في النكاح

“Carilah kaya (hidup berkecukupan) dengan menikah.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim mengenai tafsir ayat di atas).

Disebutkan pula dalam hadits bahwa Allah akan senantiasa menolong orang yang ingin menjaga kesucian dirinya lewat menikah. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang tiga golongan yang pasti mendapat pertolongan Allah. Di antaranya,

وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ الْعَفَافَ

“… seorang yang menikah karena ingin menjaga kesuciannya.” (HR. An Nasai no. 3218, At Tirmidzi no. 1655.)  Ahmad bin Syu’aib Al Khurasani An Nasai membawakan hadits tersebut dalam Bab “Pertolongan Allah bagi orang yang nikah yang ingin menjaga kesucian dirinya”. Jika Allah telah menjanjikan demikian, itu berarti pasti. Maka mengapa mesti ragu?

(3) Orang yang menikah berarti menjalankan sunnah para Rasul.

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan.” (QS. Ar Ra’du: 38). Ini menunjukkan bahwa para rasul itu menikah dan memiliki keturunan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرْبَعٌ مِنْ سُنَنِ الْمُرْسَلِينَ الْحَيَاءُ وَالتَّعَطُّرُ وَالسِّوَاكُ وَالنِّكَاحُ

“Empat perkara yang termasuk sunnah para rasul, yaitu sifat malu, memakai wewangian, bersiwak dan menikah.” (HR. Tirmidzi no. 1080 dan Ahmad 5/421.)

(4) Menikah lebih akan menjaga kemaluan dan menundukkan pandangan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ

“Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah[1], maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagai obat pengekang baginya.” (HR. Bukhari no. 5065 dan Muslim no. 1400). Imam Nawawi berkata makna baa-ah dalam hadits di atas terdapat dua pendapat di antara para ulama, namun intinya kembali pada satu makna, yaitu sudah memiliki kemampuan finansial untuk menikah. Jadi bukan hanya mampu berjima’ (bersetubuh), tapi hendaklah punya kemampuan finansial, lalu menikah. Para ulama berkata, “Barangsiapa yang tidak mampu berjima’ karena ketidakmampuannya untuk memberi nafkah finansial, maka hendaklah ia berpuasa untuk mengekang syahwatnya.” (Al Minhaj Syarh Shahih Muslim)

Itulah keutamaan menikah. Semoga membuat mereka-mereka tadi semakin terdorong untuk menikah. Berbeda halnya jika memang mereka ingin seperti Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang belum menikah sampai beliau meninggal dunia. Beliau adalah orang yang ingin memberi banyak manfaat untuk umat dan itu terbukti. Itulah yang membuatnya mengurungkan niat untuk menikah demi maksud tersebut. Sedangkan mereka-mereka tadi di atas, bukan malah menambah manfaat, bahkan diri mereka sendiri binasa karena godaan wanita yang semakin mencekam di masa ini.

(5) Menempuh Jalan yang Benar.

Kami menganjurkan untuk segera menikah di sini bagi yang sudah berkemampuan, bukan berarti ditempuh dengan jalan yang keliru. Sebagian orang menyangka bahwa menikah harus lewat pacaran dahulu supaya lebih mengenal pasangannya. Itu pendapat keliru karena tidak pernah diajarkan oleh Islam. Pacaran tentu saja akan menempuh jalan yang haram seperti mesti bersentuhan, berjumpa dan saling pandang, ujung-ujungnya pun bisa zina terjadilah MBA (married be accident). Semua perbuatan tadi yang merupakan perantara pada zina diharamkan sebagaimana firman Allah Ta’ala,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)

Kemudian nasehat kami pula bagi mahasiswa yang masih kuliah (masih sekolah) bahwa bersabarlah untuk menikah. Sebagian mahasiswa yang belum rampung kuliahnya biasanya sering “ngambek” pada ortunya untuk segera nikah, katanya sudah tidak kuat menahan syahwat. Padahal kerja saja ia belum punya dan masih mengemis pada ortunya. Bagaimana bisa ia hidupi istrinya nanti? Kami nasehatkan, bahagiakan ortumu dahulu sebelum berniat menikah. Artinya lulus kuliah dahulu agar ortumu senang dan bahagia karena itulah yang mereka inginkan darimu dan tugasmu adalah berbakti pada mereka. Setelah itu carilah kerja, kemudian utarakan niat untuk menikah. Semoga Allah mudahkan untuk mencapai maksud tersebut. Oleh karenanya, jika memang belum mampu menikah, maka perbanyaklah puasa sunnah dan rajin-rajinlah menyibukkan diri dengan kuliah, belajar ilmu agama, dan kesibukan yang manfaat lainnya. Semoga itu semakin membuatmu melupakan nikah untuk sementara waktu.

Adapun yang sudah mampu untuk menikah secara fisik dan finansial, janganlah menunda-nunda! Jangan Saudara akan menyesal nantinya karena yang sudah menikah biasa katakan bahwa menikah itu enaknya cuma 1%, yang sisanya (99%) “enak banget”. Percaya deh!


Ada Jalan Buat Menikah.
Bukankah memperbaiki diri berarti memperbaiki jodoh?

Mereka adalah orang-orang yang menyadari tak mudah membagi konsentrasi hingga memilih untuk fokus kuliah, fokus menaikkan kualitas diri dengan terus belajar. Tentunya belajar dalam artian luas. Belajar pada siapapun, kapanpun, dimanapun, pada apapun yang membuat dirinya menjadi pribadi yang cerdas dan matang, atau ada beberapa kasus bahwa ia kemudian menjadi tulang punggung keluarga hingga fokus untuk membantu perekonomian, menyekolahkan adik-adik, membahagiakan orang-orang yang telah begitu berjasa dalam hidupnya. Tidakkah itu golongan orang-orang hebat, ketika ‘kebahagiaan pribadi’ itu pun rela disingkirkan untuk sementara waktu karena kecintaannya pada keluarganya?

Banyak buku bertebaran kini dengan tujuan mengajak menikah muda. Biasanya buku-buku dengan genre seperti itu, laris di pasaran. Market-nya siapa lagi kalau bukan para anak muda. Begitu pula dengan majelis-majelis yang pasti selalu saja ramai didatangi kalau yang menjadi tema tak jauh-jauh tentang menikah muda. Ada asap pastilah ada api. Buku-buku atau tema-tema itu menjadi sedemikian booming-nya tentu menjadi alasan tersendiri bagi mereka yang prihatin melihat keadaan anak muda masa kini. Daripada ‘aneh-aneh’, ayo menikah! Begitulah kira-kira yang bisa kusimpulkan.

Dampaknya bisa macam-macam. Dampak positifnya para anak muda akan termotivasi untuk menikah. Termotivasi mempersiapkan kondisi lahir bathin-nya untuk bersanding dengan pujaan hati yang telah lama menjadi idamannya. Yang malas belajar jadi semangat belajar. Yang santai-santai saja mencari penghasilan, jadi semangat dalam bekerjanya. Wow.. indah bukan? Kalau seperti ini aku pun setuju.

Tapi kulihat ada beberapa teman setelah membaca buku atau mendatangi majelis biasanya semangat menikah begitu menggelora di dada. Terpesona pada kenikmatan yang di dapat dalam pernikahan. Lupa bahwa menikah dikatakan menyempurnakan setengah dien dikarenakan begitu berat perjalanan yang akan dilalui.Belum ada persiapan apa-apa langsung tancep gas saja ingin menikah. Seperti perang. Pisau belum diasah, masih tumpul, sudah main terjun aja ke lapangan. Atau baru punya pisau satu yang tajam, langsung tergesa-gesa ingin bertarung aja. Belum apa-apa musuh udah membuat kita KO dengan senapannya. Maka sebelum berperang, paling tidak sudah punya persiapan pisau, senapan kalau bisa bom sekalian agar bisa menang dalam pertarungan. Hehe.. Maksudku di sini, paling tidak memiliki persiapan yang cukup menuju ke mahligai pernikahan. Masih ingat tulisanku sebelumnya? Bukankah gagal mempersiapkan berarti mempersiapkan kegagalan?

Menikah hanya dengan alasan keinginan untuk melindungi dan dilindungi, keinginan untuk disayang dan menyayangi, diperhatikan dan memperhatikan, ditemani dan menemani agar tak kesepian atau sejenisnya tidaklah cukup. Menikah bukan perkara sesederhana itu. Menikah adalah perkara tanggungjawab. .. Pertanyaannya kemudian, siapkah kita menjalani tanggungjawab itu? Tanggungjawab untuk mencari nafkah bagi lelaki dan mengurus rumah tangga bagi perempuan. Menyiapkan sedini mungkin tabungan untuk segala perkara yang tak terduga ( biaya pendidikan, berobat dll). Walau memang pernikahan memperluas rizki, tapi tak berarti ‘nekat’ menikah tanpa memiliki tabungan sedikit pun, bukan? Tentunya kita selalu ingin memberikan yang terbaik bagi orang-orang yang disayangi. Maka persiapkanlah itu. Tak perlu lantas menunggu menjadi seorang yang kaya raya dahulu baru menikah. Paling tidak memiliki semangat dalam upaya mencari nafkah (dalam artian memiliki sikap mandiri yang wajib diemban bagi mereka yang memilih untuk menikah). Memiliki semangat dalam upaya untuk terus belajar dan menyerap ilmu (karena lelaki menjadi imam yang tentu saja harus butuh ilmu untuk membimbing keluarganya. Pun seorang wanita yang menjadi guru pertama bagi anak-anaknya kelak).

Menikah cepat itu baik tapi tidak berarti tergesa-gesa. Tergesa-gesa dikhawatirkan berujung pada kecewa. Salah satu contoh menikah tergesa-gesa, adalah ( pembelajaran bagi kita semua), tak terlalu mengenal sang calon, sudah terbuai dulu pada sosoknya yang begitu kharismatik, ternyata setelah menikah baru ketahuan telah memiliki istri lain.Ingatkan kasus artis kita yang sempat merajai pemberitaan media masa di negeri ini? Contoh lain, setelah menikah ternyata malah merepotkan orang lain. Tak menyangka bahwa begitu banyak persoalan dalam rumah tangga hingga orangtua, kerabat, teman-teman ikut dilibatkan. Waah.. ternyata belum bisa untuk mandiri…

Berhati-hati agar tidak tergesa-gesa menikah berbeda dengan menunda-nunda pernikahan. “Nanti setelah lulus kuliah baru menikah”, setelah lulus Sarjana Strata 1 muncul perkataan lain, “setelah S2 dulu deh baru nikah”, “setelah kerja aja deh nikahnya” atau.. “setelah posisiku di kerjaan settle dulu deh”..setelah ini setelah itu dst.. Sampai akhirnya terus menunda.. entah sampai kapan.. bukan seperti itu. Jadi teringat joke salah seorang temanku perihal sikap wanita terhadap lelaki yang mendekati. Wanita berusia 18- 25 tahun, “nanti dulu deh”. 26- 30 tahun,” boleh deh” 31 tahun ke atas, “yang mana aja deh”. hehe…

Sekedar ice breaking:). Ya, apabila telah mengenal calon dan keluarganya dengan baik, siap lahir batin ditambah sudah tak mampu lagi menahan hasrat, untuk apalagi menunda?

Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah bersabda, “3 orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan..

Seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” (HR. Thabrani)

Imam, yang kini telah menjadi imam bagi istrinya, semoga adalah orang yang termasuk diberi pertolongan oleh Allah.. amin..

Famous Of Nasi Goreng.

Famous Nasi Goreng.
History Of Nasi Goreng.

Nasi goreng had the same beginnings as other versions of fried rice; as a way to avoid wasting rice. Frying the rice could prevent the propagation of dangerous microbes, especially in pre-refrigeration technology Indonesia, and also avoid the need to throw out precious food. Nasi goreng is traditionally served at home for breakfast and it is traditionally made out of leftover rice from the night before. Besides ingredients like shallot, tomato, pepper and chili, the rice is fried with scraps of chicken or beef; usually leftovers from a chicken or beef dish.
Nasi goreng is often described as Indonesia's twist on fried rice. And as with other fried rice recipes in Asia, it has been suggested that it can trace its origin from Southern Chinese fried rice. However it is not clear when Indonesians began to adopt the Chinese fried rice and create their own version. The Chinese influences upon Indonesian cuisine can be seen in mie goreng that appeared simultaneously with the introduction of the stir frying technique that required the use of a Chinese wok. The trade between China and the Indonesian archipelago flourished from the era of Srivijaya around the 10th century and intensified in the Majapahit era around the 15th century. By that time Chinese immigrants had begun to settle in the archipelago, bringing along with them their culture and cuisine. Chinese people usually favor freshly cooked hot food, and in their culture it is taboo to throw away uneaten foodstuffs. As a result, the previous day's leftover rice was often recooked in the morning. Previously, Indonesians probably simply sun-dried the leftover rice to make intip or rengginang (rice cracker), the dried rice also could be ground to make rice flour.
Nasi goreng is ubiquitous in Indonesia, and also popular in neighboring Malaysia and Singapore, as well as the Netherlands through its colonial ties with Indonesia. Today microwave-heated frozen nasi goreng is available in convenience stores, such as 7-Eleven and Lawson in Indonesia.

Ingredients

Nasi goreng is distinguished from other Asian fried rice recipes by its generous amount of kecap manis (sweet soy sauce), and the taste is stronger and spicier compared to Chinese fried rice. Indonesian Nasi Goreng often includes krupuk and bawang goreng (fried shallots) or (fried onions) to give a crispier texture.
The main ingredients of Nasi Goreng include pre-cooked rice, sweet soy sauce, salt, garlic, shallot, chilli pepper, spring onions, nutmeg, turmeric, vegetable oil, onions, palm sugar, ginger garlic paste, and slices of cucumber and tomato for garnishing. Some recipes may add black pepper, terasi (shrimp paste), fish sauce, or powdered broth as a seasoning and taste enhancer. Eggs might be mixed into fried rice or fried separately, either as telur ceplok/telur mata sapi (sunny side up eggs), or telur dadar (omelette), and also telur rebus (boiled eggs). Originally optional, the addition of fried egg is often named as nasi goreng spesial (pakai telur) or special fried rice topped with fried egg.

Variations

There is no single recipe of nasi goreng, as every fried rice dish with certain mixtures, additions, ingredients, and toppings could lead to another recipe of nasi goreng. Usually, in Indonesian households, the ingredients of nasi goreng to be prepared for daily breakfast are the leftovers of the previous day's meals preserved in the refrigerator, with fresh vegetables and eggs added. The basic ingredients of nasi goreng are rice and sliced or ground bumbu (spices) mixture of shallot, garlic, pepper, salt, tomato ketchup, sambal or chili sauce, and usually sweet soy sauce. Some variants may add saus tiram (oyster sauce), ang-ciu (Chinese cooking red wine), kecap ikan (fish sauce), or kecap inggris (like Worcestershire sauce). The texture of leftover cooked rice is considered more suitable for nasi goreng than that of newly cooked rice, as freshly cooked rice is too moist and soft.
In most parts of Indonesia, nasi goreng is cooked with ample amounts of kecap manis (sweet soy sauce) that created golden brownish color and the flavour is mildly sweet. However in other places such as Eastern Indonesia (Sulawesi and Maluku), the sweet soy sauce are usually absent and replaced by bottled tomato and chili sauce, creating reddish-colored nasi goreng. Some variants of nasi goreng such as salted fish or teri Medan (Medan anchovy) nasi goreng are not using kecap manis at all, creating lighter color similar to Chinese fried rice or Japanese chahan. The most common nasi goreng usually uses chicken and egg, however some variants are usually named after its additional ingredients, such as nasi goreng kambing (with goat meat), nasi goreng pete/petai (with green stinky bean), nasi goreng jamur (with mushroom), nasi goreng sapi (with beef), nasi goreng udang (with shrimp), nasi goreng seafood (with seafood, such as squid, fish and shrimp), nasi goreng ikan asin (with salted fish), nasi goreng teri medan (with Medan's anchovy), etc.
Condiments:
  • Bawang goreng: fried shallot, spinkled upon nasi goreng
  • Kerupuk: various types of crackers, usually emping or prawn crackers
  • Acar: pickles made from vinegar preserved cucumber, shallots, carrot, and small chilli pepper
  • Sambal: chilli sauce

Servings

Home made

Nasi goreng can be eaten at any time of day, and many Indonesians, Malaysians and Singaporeans eat nasi goreng for breakfast. The rice used to make nasi goreng is cooked ahead of time and left to cool down (so it is not soggy), which is one reason to use rice cooked from the day before.

Street vendor

While most Indonesian households serve it for breakfast, nasi goreng is also a popular choice for late night supper served by street vendors, in warungs and also by travelling night hawkers that frequent Indonesian residential neighborhoods with their wheeled carts. The nasi goreng is usually cooked on order for each serving, since the cook usually asks the client their preference on the degree of spiciness: mild, medium, hot or extra hot. The spiciness corresponds to the amount of sambal or chili pepper paste used. The cook might also ask how the client would like their egg done: mixed into nasi goreng or fried separately as telur mata sapi or ceplok (fried whole egg) or as telur dadar (omelette). The term spesial pakai telur means the nasi goreng has two eggs per serving, one mixed into the nasi goreng as scrambled egg, another fried separately. As well as offering nasi goreng, the travelling nasi goreng cart vendors usually also serve mi goreng, mi rebus, and kwetiau goreng.

Restaurant

Nasi goreng is a popular dish in Indonesian restaurants and Asian fusion restaurants. It is often served for breakfast in Indonesian hotels. In restaurants, the dish is often served as a main meal accompanied by additional items such as a fried egg, fried chicken, satay, vegetables, seafoods such as fried shrimp or fish, and kerupuk (meaning crackers, also called "prawn crackers" and many other names). In many warungs (street stalls), when accompanied by a fried egg, it is sometimes called nasi goreng istimewa (special fried rice). Nasi goreng is usually sold together with bakmie (noodle with meatballs) goreng by the street vendor. They sell a simple nasi goreng with small amount of shredded fried chicken, scrambled egg, green vegetables, and served with pickled cucumber.
Some restaurants promote their nasi goreng specialties, such as Nasi Goreng Kambing Pete, which refers to nasi goreng with green stinky beans and goat meat, Nasi Goreng Teri Medan, with anchovies imported from Medan, Nasi Goreng Aceh with Aceh style curry-like taste, or Nasi Goreng Udang which is nasi goreng with shrimp.

Convenience store

Some seasoning brands sold in supermarkets, such as Sajiku-Ajinomoto, Royco and Kokita offering "bumbu nasi goreng", an instant nasi goreng seasoning paste to be applied upon frying leftover rice. Today the modern convenience stores such as 7-Eleven and Lawson operated in Indonesia also offering prepackage frozen microwave-heated nasi goreng take away.

In the Netherlands

In the Netherlands, Indonesian cuisine is common due to the historical colonial ties with Indonesia. Indonesian migrants (or their offspring) cater Indonesian food both in restaurants and as take-away. Also, take-away versions of nasi goreng are plentiful in supermarkets. Supermarkets also commonly carry several brands of spice mix for nasi goreng, along with krupuk and other Indonesian cooking supplies. Chinese take-aways and restaurants have also adapted nasi goreng, plus a selection of other Indonesian dishes, but spice them Cantonese style. In Flanders, the name nasi goreng is often used for any Asian style of fried rice.

In popular culture

Tante Lien's song "Geef mij maar Nasi Goreng" (I'll have Nasi Goreng), recorded in 1979, illustrates historical culinary ties between the Netherlands and Indonesia, as well as whimsically describing the craving of people of Indo (Eurasian) descent repatriated in the Netherlands for Indonesian cuisine.

Gallery

''NASI GORENG TELOR CEPLOK''


''NASI GORENG SEAFOOD''


''NASI GORENG UDANG JAGUNG MANIS'' 


''NASI GORENG AYAM PANDAN''


''NASI GORENG SATE AYAM''


''NASI GORENG NUGGET''


''NASI GORENG MANGGA''

Selamat menikmati sajian nasi goreng spesial ala-ala, hee.

Bakmi Ayam: Panjang Umur.

Bakmi Ayam Penanda Panjang Umur.

Bakmi ayam is an Indonesian dish of yellow wheat noodle (bakmi in Indonesian) topped with diced chicken meat (ayam), seasoned with soy sauce, and usually served with a chicken broth soup. The name is shortened to mie ayam or mi ayam. Bakmi ayam is a popular Chinese Indonesian dish and common in Indonesian cities. It can be served in a restaurant or from a hawker's trolley.

Preparation and serving

The yellow wheat noodle is boiled in water until it achieves an al dente texture and mixed in a bowl with cooking oil, soy sauce and garlic. The oil coats the noodle in order to separate the threads. The oil can be chicken fat, lard, or vegetable oil. The chicken meat is diced and cooked in soy sauce and other seasonings including garlic. The chicken meat might also be cooked with mushrooms.
The seasoned chicken and mushroom mixture is placed on the noodles, and topped with chopped spring onions (green shallots). Bakmi ayam is usually served with a separate chicken broth, boiled chinese cabbage, and often wonton (Indonesian: pangsit) either crispy fried or in soup, and also bakso (meatballs). While Chinese variants might use pork fat or lard, the more common Indonesian mie ayam uses halal chicken fat or vegetable oil to cater to Muslim eaters.
Additional condiments might include tong cay (salted preserved vegetables), bawang goreng (fried shallots), acar timun cabe rawit (pickled cucumber and birds eye chilli), sambal and tomato ketchup.

Variants

Other types of noodles such as bihun (rice vermicelli) and kwetiau (flat noodle) might be served in the same recipe instead of the bakmi. Kwetiau ayam (chicken kway teow) and bihun ayam (chicken bihun) refer to almost exactly the same recipe with mie ayam by replacing yellow wheat noodle with flat noodle or rice vermicelli.



Bahan - bahan untuk membuat Bakmi Ayam : 

  • 1/2 kg mie basah 
  • 100 ml Minyak ayam 
  • 100 ml Kecap asin 
  • 300 gram daging ayam, rebus dan potong kotak 
  • 3 sendok makan kecap manis 
  • 2 sendok makan kecap ingris 
  • 2 batang daun bawang, iris 
  • Daun Caisin 
  • Penyedap rasa 
  • Bawang goreng secukupnya.
Bumbu Bakmi Ayam yang di haluskan  :

  • 4 siung bawang putih 
  • 4 buah bawang merah 
  • 1 sendok teh Ketumbar 
  • 3 cm Kunyit 
  • 3 cm Jahe 
  • 4 butir Kemiri
Bahan untuk membuat Kaldu Bakmi Ayam:

  • 2 liter air 
  • 1/2 kg Tulang ayam 
  • 1 sendok teh garam 
  • 1/2 sendok teh lada bubuk
Cara Membuat Bakmi Ayam Spesial :

  • Kaldu Mie Ayam: Rebus air hingga mendidih, masukan tulang ayam, rebus dengan api kecil hingga kaldu mengeluarkan aroma harum. Tambahkan lada bubuk dan garam secukupnya. 
  • Tumis bumbu halus hingga harum, masukan daging ayam, tumis sampai bumbu menyerap ke dalam daging ayam, tambahkan penyedap rasa, tumis sebentar, angkat, sisihkan. 
  • Masukkan 2 sendok makan minyak ayam ke dalam mangkok, 1/4 sendok teh penyedap rasa. 
  • Rebus mie basah dan daun caisin yang telah dirajang hingga matang, angkat dan letakkan dalam mangkuk berisi bumbu, masukkan daging ayam tadi 2 sendok makan. 
  • Taburkan bawang goreng dan daun bawang yang telah dirajang.
  • Mie Ayam siap untuk di hidangkan.

Selamat mencoba Resep dan Cara Membuat Bakmi Ayam Spesial dari kami. 

 

Minggu, 08 Juni 2014

Cewek Cantik Ketiben Jodoh?

Cewek Cantik Ketiben Jodoh?




Aku bukan menyebutkan siapa-siapa saja orangnya. Mungkin, ini cerita tentang pengalaman pribadi aku. Aku punya cerita lucu, memang unik, dan menarik didengar. Aku yg sedang sibuk-sibuknya mengajar di berbagai tempat, sibuk mencari perdamaian ke sana-ke mari,dan sibuk mengikuti seminar-seminar di berbagai event. Aku adalah seorang guru, yg dulunya ingin menjadi dokter umum yg menyembuhkan orang-orang sakit. Sekarang, pekerjaan aku melenceng malahan jadi Guru bidang Bahasa Inggris. Aku yg menjumpai banyak klien-klien penting untuk bertemu, ngobrol, membagi ilmu, atau sekedar diskusi pengalaman, mungkin mereka tidak tahu pekerjaan terberat aku, yaitu bertemu dg orang-orang dewasa konyol yg seringnya menyudutkan pertanyaan: ''Kapan kamu menikahnya?.'' ''Semenjak SMP aku ingin menikah. Hanya saja harus bertemu orang yg tepat, harus mengetahui lewat proses pacaran, harus tahu pekerjaannya apa, harus bisa menyelami jiwa aku, menerima kekurangan aku, dan bisa menampung segala-galanya tentang aku.'' Semua kekurangan aku bisa disempurnakan dg kelebihan pada pasangan aku yg tak bisa kusebutkan namanya, siapa orangnya, dan pekerjaannya apa ya. Masih secret privacy.

Aku pikir-pikir ada benarnya jg. Aku banyak bertemu dg pria-pria dewasa, bergaul dg mereka yg hanya sekedar teman biasa (belum mengatakan cinta),dan............. ada jg yg cuma sekedar fans-fans aku biasa. Itu wajar!!! Memang sulit menemukan ''cinta sejati'' yg bisa menerima kekurangan aku lalu dipoles dg kelebihan 1 lelaki dewasa+sudah bekerja di perusahaan terkenal, kemudian mencintai aku apa-adanya, dan menuruti segala permintaan aku dg segala sembahnya kepadaku, sangatlah susah, mungkin ada, cuma jarang terjadi. Aku hanya ingin menunggu lelaki yg bisa menerima kekuranganku, lelaki yg memberi aku segalanya, lelaki yg menuruti apa-apa semua mauku, lelaki yg menyembah tangis minta belas kasihanku,serta lelaki yg mau mengejar cintaku hingga dapat. Aku hanya mencari+menunggu lelaki yg fokus padaku dalam mencintaiku. Tidak lari ke sana-ke mari, mencari mangsa-mangsa lain demi mendapatkanku (bukan pemancingan), yg semestinya konsentrasi padaku. Tidaklah mudah menemukan pria seperti yg aku maksud.

Aku hanyalah perempuan biasa yg menunggu datangnya jodoh, dan tahun ini niat menikah pada lelaki baik-baik, yg pasti harus gesit (pekerja keras) di kantoran gitu. Aku tak sabar. Siapalah aku hanyalah gadis biasa penuh kesalahan dan kekurangan. Aku ada firasat berjodoh dg lelaki Betawi kelahiran Jawa, ada campuran Pulau Seberang, entah siapa orangnya. Aku belum bertemu orangnya, semoga ada titik terang soal jodoh sejatiku buat calon imamku. Aku tak mengharapkan muluk-muluk yg pasti aku harus bisa menikah tahun ini, 2014. Amiin. Aku berharap pada Tuhan, dan... minta keajaiban pasti pada Allah SWT.

Aku ingin menikah

Tuhan, apa salahku?
Tuhan, apa dosaku ini?
Tuhan, apa kekuranganku ini?

Aku hanyalah gadis biasa.
Penuh kekurangan tidak sempurna.
Penuh kelemahan tidak sekuat yg terlihat.

Aku hanya ingin sebuah keajaiban Tuhan.
Aku ingin segera menikah tahun ini, Ya Tuhanku.
Aku sudah niat ingin segera menikah dg yg terbaik.

Aku lelah ketika sendiri.
Sendiri yg dihakimi gelisah.
Sendiri yg dirundung kesepian.

Aku hanya ingin dikirimi pangeran baik.
Aku ingin dipaketkan malaikat ganteng yg pekerja.
Aku ingin dihadiahi seorang pria biasa yg mencintaiku.

Aku hanya ingin lelaki perjaka.
Aku hanya ingin 1 lelaki yg fokus ingin bersamaku.
Ingin bersamaku menua, memiliki keturunan, hingga ajal.

Tolong, beri aku kekasih baru yg baik hati, Ya Tuhan.
Biar, tenang, tak gelisah menentu, tak keruan masalah.
Biar, ada pendamping hidup yg membela setiap waktuku.

Aku sudah membersihkan diriku, hatiku, ragaku dg tobat.
Aku sudah ingin maju, bangkit, dan memikirkan ke depan.
Aku hanya ingin mendapatkan ketenangan dg bisa menikah.

Beri, aku keajaiban-Mu, Ya Tuhan.
Beri, aku cahaya terang-Mu, Ya Tuhan.
Beri, aku jalan dari cahaya-Mu, Ya Tuhan.

Aku hanyalah gadis kelahiran Jawa, Serang dg pergaulan perempuan-perempuan Jawa, meski asal aku dari seberang pulau. Aku berfirasat berjodoh dg lelaki Betawi, kelahiran Jawa, yg ada campuran Pulau Seberang. Segera,terbitkan jodoh buatku, Ya Tuhan, agar aku bisa tenang segala sesuatunya. Amiin.

Niatku menikah tahun ini, 2014: ''Ingin tenang, ingin terhindar dari fitnah hidup, ingin ada yg menemani hingga aku yg bisa melahirkan benih-benih baik untuk ke depan hanya berdua seiring perjalanan waktu menua bersama-sama. Aku hanya ingin ketenangan hidup, tidak dirundung pertanyaan-pertanyaan aneh, aku hanya ingin ada yg menemaniku hingga menua dan ajal menjemputku.''

Alergi Makan Ikan Lele?

Alergi Makan Ikan Lele?
  

Lele may refer to a number of things:


Bicara soal haram - halal memang harus hati-hati. Apalagi di lingkungan masyarakat yang sensitif; bisa-bisa seluruh lapisan masyarakat terkena kanker leher (kelenjar getah bening). Tapi bicara soal fikih, kita harus nurut, meski bisa dipastikan terdapat perbedaan pendapat. Menurut fikih ahlusunah, ikan lele pada asalnya adalah halal. Tapi terkadang masyarakat kita memelihara lele di empang-empang dan diberi makan kotoran.

Jika kondisinya seperti itu, maka ikan lele menjadi sama seperti binatang jallalah, yaitu binatang yang memakan makanan kotor dan najis sehingga hukum memakannya adalah haram. Agar menjadi halal kembali, ikan lele harus dikarantina alias dipisahkan dari tempat yang kotor dan makanannya pun harus yang bersih.

Blog LPPOM-MUI menuliskan pendapat Ibnu Umar yang mengatakan sekaitan binatang jallalah tadi bahwa unta harus dikarantina selama 40 hari, kambing selama 7 hari, dan ayam selama 3 hari. Mungkin karena di daerah Timur Tengah tidak ada makanan berupa ikan lele, maka sulit ditemukan berapa lama waktu karantina lele. Mazhab Syafii mengatakan tidak ada waktu tertentu. Situs kajianislam.net mengatakan selama 3 hari untuk karantina lele.

Sedangkan mazhab Syiah ahlulbait sejak awal memang menyatakan haramnya memakan lele dan ikan lainnya yang tidak memiliki sisik. Disebutkan dalam beberapa literatur ahlulbait bahwasannya Nabi Muhammad SAW. bersabda, “…bertakwalah kalian kepada Allah dan janganlah kalian makan dari ikan kecuali yang memiliki kulit dan padanya sisik…” (Wasâil 24/107) Begitu juga Imam Ja’far al-Shadiq as.: “Makanlah dari ikan yang memiliki sisik dan janganlah engkau makan yang tidak bersisik darinya.” (Wasâil, 16/33)

Info mengenai bahaya makan ikan lele, saya peroleh dengan sanad seperti ini: dari Ali Akbar dari Mukhtar Laksana dari DakiUnta.com, yang menulis:

Buat teman-teman yang suka makan pecel lele atau belut goreng atau bebek goreng hati-hati ya. Ini ada informasi dari pak dokter ................................
Saya ingin membahas kenapa orang-orang mudah sekali terkena penyakit tiroid yang bengkak (dan) infeksi. Beberapa bulan ini para dokter-dokter mengatakan sering kedatangan pasien-pasien yang terkena penyakit thyroid yang bengkak, dengan gejala:

1. Leher bawah bengkak.
2. Disekitar leher ada yang seperti tumor.
3. Bola mata seperti mau keluar.
4. Panas di sekitar leher.
5. Sering batuk di tengah malam tanpa sebab.
Setelah semua dokter umum sering bertanya, ternyata semua pasien sering memakan lele, belut, bebek goreng. Eh........ternyata faktanya:
Pada juragan lele di Jogja [Yogyakarta]; ayah, istri dan anak, semua timbul gejala-gejala seperti di atas. Ditanyakan ke salah satu profesor dokter di Pluit. Ternyata belut/lele/bebek mengandung racun ringan, sehingga bila digoreng, maka minyak yang bersih pun akan hitam, dan dulu saya pun ingat jika makan tahu/tempe dari minyak hasil gorengan lele, maka tenggorokan gatal/panas. Terkadang bikin batuk.
Nah, karena dari ini semua, para dokter umum hanya ingin menginformasikan bahwa makanan yang murah belum tentu sehat. Tolong sampaikan ke saudara-saudara yang suka makan lele/belut/bebek. Mungkin lebih baik dipertimbangkan. Mungkin perlu ada penelitian lebih lanjut.
Puji Tuhan, pasien-pasien dengan kelenjar thyroid bermasalah, semua sudah kembali normal. Terkadang bengkak sampai ke punggung seperti terjepit…
Terima kasih.
 
Kalau makan ikan tak bersisik, seperti ikan lele, ikan patin, cumi-cumi, hiu, dll. Sedangkan, makan daging dengan sisik kasar, seperti daging babi, daging ular, daging tokek (cicak gede), dll. Hukumnya sama dengan makan daging babi, bangkai, darah, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah…???
Dalam ayat yang lain Allah SWT tetap mengharamkan yang disebut dalam Q 2 :173.

115. Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu (memakan) bangkai, darah, daging babi dan apa yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa memakannya dengan tidak menganiaya dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( An Nahl )

145. Katakanlah: “Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya, kecuali kalau makanan itu bangkai, atau darah yang mengalir atau daging babi – karena sesungguhnya semua itu kotor – atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa, sedang dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
( Al An’aam )

3. Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah[394], daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya [395], dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah [396], (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini [397] orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa[398] karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Al Maa’idah )

Kalau kata “hanya” dalam (QS 2:173) bisa ditafsirkan dengan pengertian yang berbeda. Kenapa Allah SWT masih menyebutkannya dalam 3 ayat tersebut?

Rabu, 04 Juni 2014

Jangan Ada Janda Di Antara Kita.

Pembicaraan Hangat :
''...Jangan Ada Janda Di Antara Kita.''
'Para Janda-Janda Auranya Telah Musnah'


''Memang benar bagi yg sudah janda auranya telah hilang ditelan bumi?.'' ''Apa benar janda itu dipersulit rezekinya oleh mantan suami terdekat?.'' ''Apa janda-janda sudah putus asa dan merasa dikucilkan banyak orang yg memakinya sebagai janda (perempuan-perempuan turun mesin yg tak laku lagi)?.'' ''Adakah janda depresi lalu bunuh diri setelah ditinggal mantan suaminya?.'' ''Adakah janda-janda yg rezekinya seret, tidak diterima kerja di mana-mana lagi?.'' Apa benar semua itu?. Persepsi janda memang sangat ''angker'' di mata masyarakat umum. Janda terkenal sadis, mandul, tidak menarik, tidak ada kelebihan, tidak ada yg dibanggain, serba cacat (berkekurangan). Janda-janda zaman sekarang susah mengais rezeki di ibukota Jakarta, jangankan ibukota, di Provinsi Banten, Bandung, Semarang, Surabaya, Malang, Solo, Aceh, Lampung, Kalimantan, Medan, Bali, Papua, Ambon, Nusa Tenggara, ada banyak janda-janda yg putus asa lalu bunuh diri ditelan bumi, entah jasadnya hilang ke mana (tidak diterima bumi, tidak diterima akhirat), mungkin jasad janda-janda yg sudah meninggal dunia hilang bagaikan arwah gentayangan tidak menyentuh bumi. Lebih menderitanya lagi para janda-janda yg tinggal di daerah Sumatera jg mengalami nasib yg sama. Ada kasus di televisi : ''Byk janda di Bandar Lampung, korbannya dibunuh oleh mantan suami, lalu dikubur dalam sumur.'' Berarti janda-janda yg terlihat tersenyum sebenarnya menderita seumur hidup karena disiksa mantan suami sendiri. Mungkin, ini ulah para janda-janda sendiri yg menikah salah pilihan, atau menikah buru-buru yg salah mencintai orang, akhirnya nasib buruk menimpa harus mati di tangan para mantan mantan suami sendiri. Sungguh sial nasib para janda-janda yg hidupnya luntang-lantung tak tahu arah dan tujuan, ingin menyendiri, ingin mengakhiri hidup, setelah itu salah langkah dg mengambil jalan bunuh diri (meninggal di pohon toge). Sungguh miris nasib janda-janda di seluruh dunia. 

''Memang benar bagi yg sudah janda auranya telah hilang ditelan bumi?.'' Janda atau istilah kasarnya perempuan-perempuan turun mesin yg tak laku, kadaluarsa masa reproduksi ini memang sangat santer seantero dunia. Status janda itu memang terkenal rawan, berbahaya, siap resiko kematian mengancam seketika. Siapa sih yg siap jadi janda?. Jawaban: ''Tidak ada!.'' Semua perempuan di dunia ini tidak ada yg siap jadi janda yg menderita, tak mengerti harus bagaimana, tak paham harus melangkah ke mana setelah rezekinya mandeg begitu saja. Memang, status janda-janda terkenal tidak mampu untuk reproduksi lagi, tidak tahan lama cintanya, tidak indah bungkusan kulit luarnya. Istilah janda di sini memang tidak tabu lagi, karena janda-janda yg menderita itu sangat rawan kecelakaan, bahkan banyak janda tewas terbunuh, faktornya: kecelakaan maut di jalan raya, ditikam pisau oleh mantan suami, dibunuh tak wajar oleh pesuruh gelap mantan suami. Adakah janda-janda lain yg matinya tak wajar?. Apa memang para janda tidak disukai Allah keberadaan di muka bumi ini?. Akankah janda-janda menderita seumur hidup (tak laku bertahun-tahun s/d nenek-nenek hingga ajal menjemputnya)?. Hanya Tuhan yg mengetahui semua itu.

''Apa benar janda itu dipersulit rezekinya oleh mantan suami terdekat?.'' Bagi janda-janda yg dibenci oleh mantan suami, harus mawas diri, karena kalian diawasi mantan suami, terlebih mantan suami yg pendendam ingin kalian tak hidup lagi itu sangat berbahaya. Waspada dengan status kalian. Janda itu tidak elegan, tidak cantik, tidak menarik, tidak ada kelebihan, tidak ada yg dibanggain, tidak ada yg bisa dipamerin (janda-janda terkenal cacat mental, cacat pikiran, cacat hati). Janda yg dipersulit rezeki oleh mantan suami, akhirnya rezeki mereka mandeg, terhenti begitu saja, kemungkinan ada banyak penyebab: 1. ada faktor pikiran perempuan setelah menikah lalu bercerai akan menyusut sehingga tidak bisa berlogika tajam selayaknya yg masih perawan. 2. ada faktor kulit perempuan setelah menikah lalu bercerai akan mengendur sehingga mudah terserang penyakit lemas, letih, lunglai, tak bertenaga, mudah capek, mudah tertidur, terlebih bisa ''peyot'' seumur hidup. 3. ada faktor perasaan para janda-janda itu merasa dikucilkan, tidak menarik, tidak cantik, tidak bohai, tidak mempesona, auranya redup, kurang singset, apalagi ada yg merasa banyak kekurangan dibandingi kelebihan yg ada. Haiii....... janda-janda, sadarlah bahwa kalian telah salah jalan, salah mencintai orang, lebih tepatnya salah melangkah dg orang yg serba salah. Haiii....... janda-janda, sadarlah bahwa kalian dulu tidak bisa menjaga perasaan suami sehingga status kalian berpisah harus melulu bertengkar dg mantan suami dan mulut berbusa-busa mengutuk para mantan suami adalah jelek, binal, nakal, tengil, tak tahu diri, dll. Haiii....... janda-janda, sadarlah bahwa kalian itu hina, tidak ada mulia di mata Tuhan. Semua status ''janda'' itu memang terkenal naif, tak tahu diri, serba bimbang, serba ragu, serba bingung tidak tahu arah dan tujuan. Sadarlah, janda itu tak lebihnya dari sampah masyarakat yg mengganggu banyak pihak.

''Apa janda-janda sudah putus asa dan merasa dikucilkan banyak orang yg memakinya sebagai janda (perempuan-perempuan turun mesin yg tak laku lagi)?.'' Janda yg merasa hina, dan tak tahu harus melangkah ke mana, serba bingung harus bagaimana, dan bimbang mengapa bisa menjadi janda mutlak yg tak bisa apa-apa. Sadarlah, bahwa kalian janda yg ''habis diisap buang oleh mantan suami.''. Sadarlah bahwa kalian janda yg ''turun mesin entah mandul, mengidap penyakit kanker ovarium membatu.'' Sadarlah janda yg ''hatinya membatu bagaikan karang mengikis kulit yg mengendur''. Semua janda yg putus asa pasti merasa diabaikan, dikucilkan, bahkan dipisahkan dari yg masih gadis-gadis, apa mungkin status janda sehina itu. Janda yg tidak bisa laku lagi, tidak bisa apa-apa di rumah, dan lebih hinanya tidak bisa merawat suami setelah itu suami diambil orang lain. Kesalahan ada pada kalian (janda-janda), kalian yg salah memilih, salah melangkah pada lelaki hina, salah memutuskan lelaki sebagai orang yg kalian anggap bagus, ternyata busuk di belakang kalian. Apakah status janda sehina itu?. Apakah status janda senaif itu?. Apakah status janda seburuk itu?. Salahkan janda-janda yg beredar.

''Adakah janda depresi lalu bunuh diri setelah ditinggal mantan suaminya?.'' Janda-janda yg ditinggal mantan suami karena mantan suaminya sendiri tak betah oleh tingkah lakunya, mungkin mantan-mantan suami kalian jengah, merasa bosan, merasa tak lagi diperhatikan, merasa tidak dirawat lagi, merasa tidak bisa memiliki lagi. Entahlah, pikiran laki-laki yg simple itu ternyata bisa rumit setelah rumah tangga hancur berantakan bak ''kapal pecah di siang bolong.'' Entahlah, hati laki-laki yg lembut bisa pecah begitu saja setelah rumah tangga porak-poranda hancur memusnah bak ''sepatu menganga rusak.'' Entahlah, raga laki-laki yg kekar bisa loyo setelah rumah tangga kacau membingar bak ''guci memecah dunia.'' Janda yg setelah ditinggalkan mantan suami ada kemungkinan bunuh diri karena patah hati merasa ''balonku pecah tak bisa kupegang erat-erat.'' Janda-janda yg tak merasa hidup lagi apa harus sehina itu ingin bunuh diri di pohon angker layaknya beringin tuna wicara yg membawa kematian para janda-janda, akhirnya mereka jadi arwah gentayangan kuntilanak. Janda yg hina harus menahan penyakit kotor seperti: ''HIV AIDS, HERPES, bahkan narnia kanker ovarium yg membunuh mereka hilang begitu saja.'' Begitu banyak janda depresi mengambil jalan yg salah, yaitu bunuh diri di jembatan gantung, atau bunuh diri di pohon beringin toge.

''Adakah janda-janda yg rezekinya seret, tidak diterima kerja di mana-mana lagi?.'' Aduh, jadi janda itu tidak mengerti apa-apa, tidak bisa apa-apa, tidak tahu harus hidup bagaimana ke depannya. Karena pikiran mereka saja sudah buntu, menyusut, bahkan pikiran mati akal yg tak tahu harus berbuat apa, harus bagaimana, harus mengapa. Makanya, rezeki para janda pada seret, tidak diterima di mana-mana, karena: 1. cara bicara janda-janda yg beredar tiap hari itu sangat ngelantur, kacau, tidak beraturan, entah galau mau cari uang ke mana lagi (rezeki buntu), entah gelisah tidak bisa punya penghasilan lagi, entah ragu tidak tahu jalan lagi. 2. cara berlagak janda-janda saja sudah kelihatan SGM (Sinting, Gila, Murung). mereka sangat terlihat kacau, berantakan, tak mengerti mau ke mana. 3. cara keyakinan janda-janda yg kotor itu sudah plin-plan pendirian, tak tahu harus apa, tak tahu harus bagaimana, tak tahu harus menjadi apa, dsb. Jadi, mengertilah semua janda itu memang kacau, berantakan, tidak sopan, dll. 
Sekian pembahasan tentang janda-janda yg mati kutu, hilang akal, semua omongannya jadi kacau, tidak terarah, tidak beraturan lagi, bahkan mati rasa.